Tips Mencegah Penyebaran Hoax Di App Whatsapp

  • Whatsapp

Tips Mencegah Penyebaran Hoax di App WhatsApp

 
 
Kamu kesal tiap hari terima puluhan communicate lie dari WhatsApp? Banyak orang lain merasakan hal yang sama. Ini cara mencegahnya. 
 
Tim WhatsApp sudah menyiapkan sejumlah tips untuk para penggunanya, supaya mereka secara mandiri bisa mencegah penyebaran hoax.berikut sejumlah cara yang bisa kamu coba: 
 

1. Cari tanda yang menunjukkan itu kabar palsu 

 
Periksa pesan, foto, sound dan video yang Anda terima. Semua bisa diedit untuk menyesatkan Anda. Foto atau video rekayasa biasanya sengaja disebar dengan resolusi gambar yang buruk, pecah-pecah atau dipotong-potong untuk menyembunyikan kepalsuan. 
 

2. Hati-hati dengan forward mesagges 

 
Spam, fabrication atau pishing biasa beredar di WhatsApp dengan perintah untuk disebar ke banyak orang. Hati-hati jika menerima forward messages dari orang lain yang isinya: mengaku dari WhatsApp, meminta pesan ini di-forward ke banyak orang, ada ancaman tertentu untuk Anda jika tidak mem-forward pesan, atau iming-iming hadiah jika mem-forward pesan. Jika menerima semacam ini, abaikan! 
 
Jika yang mem-forward pesan ini adalah orang yang Anda kenal, segera kasih tahu kalau itu berpotensi bohong. 
 

3. Perhatikan segala bentuk keanehan dalam pesan 

 
Pesan fabrication sebenarnya punya banyak kesalahan dan keanehan dalam pesan. Misalnya textual style yang berbeda bentuk antara judul dan isinya. Kesalahan eja juga bisa menjadi indikasi keanehan. 
 

4. Berita viral seringkali palsu 

 
Ingat, berita viral seringkali palsu. Viralnya karena heboh dan sensasional, serta aneka pesan untuk disebar kepada orang banyak. Ada dua modus berita viral yang palsu: 
 
Pertama ia berasal dari situs media abal-abal, atau menyerupai media padahal adalah blog yang itu bisa dicek di bagian withering bawah situs mereka. Cara kedua, yang disebar hanya screen capture halaman berita yang sudah diedit judul atau fotonya. Isi berita biasanya tidak ada, interface berita asli joke tidak disertakan. Ini biasanya palsu. Kalau bentuknya video, ia kadang hanya stok gambar lama yang ditimpa sound baru (voice over) 
 

5. Selalu verifikasi pesan dengan sumber yang terpercaya 

 
Anda harus bandingkan communicate message dengan berita yang ada di media standard yang terpercaya, seperti detikcom dan lain-lain. Jika tidak ada di media standard, bisa jadi itu kabar bohong. 
 
Kalau pesan itu menyebutkan, supaya Anda jangan percaya dengan media standard, justru itulah ciri-ciri communicate deception. 
 
Ayo kita saling bahu-membahu mencegah penyebaran deception di WhatsApp, dimulai dari diri sendiri.
Itulah Tips Mencegah Penyebaran Hoax di App WhatsApp, Menurut Now Times Id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *