Bersiap Untuk New Normal

by

Sebanyak 17 daerah yang masuk zona biru di Jabar dapat menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Apa itu New Normal

Sebelum Lebih Jauh disini saya akan Menjelaskan Arti New Normal / Kebiasaan Baru.

New Normal adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan 2007-2008, resesi global 2008–2012, dan pandemi COVID-19. Sejak itu, istilah tersebut dipakai pada berbagai konteks lain untuk mengimplikasikan bahwa suatu hal yang sebelumnya dianggap tidak normal atau tidak lazim, kini menjadi umum dilakukan.

New normal dilakukan sebagai upaya kesiapan untuk beraktivitas di luar rumah seoptimal mungkin, sehingga dapat beradaptasi dalam menjalani perubahan perilaku yang baru. Perubahan pola hidup ini dibarengi dengan menjalani protokol kesehatan sebagai pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19. ( Sumber Wikipedia.)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan wilayah yang sudah dinyatakan masuk dalam zona biru dapat menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal sesuai pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pria yang akrab disapa Emil itu mengungkapkan ada 17 daerah zona biru di Jabar yakni Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Sumedang, dan Tasikmalaya, Kota Banjar, Cimahi, Cirebon, Sukabumi, dan Tasikmalaya.

“Kabupaten Bandung dari zona kuning sekarang zona biru. Subang dari kuning ke biru, dan Cimahi dari kuning ke biru. Ada juga dari biru ke kuning, yaitu Kabupaten Garut,” kata Emil dalam jumpa pers, Jumat (12/6) kemarin.

Sementara, Sebanyak 10 daerah berada di level III atau zona kuning yaitu Kabupaten Bekasi, Bogor, Garut, Indramayu, Karawang, Sukabumi, Kota Bandung, Bekasi, Bogor, dan Depok.

Tujuan New Normal

  1. Tips pertama yakni perubahan perilaku. Perubahan prilaku adalah kunci keberhasilan dalam menangani Covid-19.
  2. Kedua hidup lebih bersih, lebih sehat dan hidup lebih taat.
  3. Ketiga disiplin protokol kesehatan, wajib melaksanakan protokol kesehatan serta memperhatikan resiko daerah.

Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 dengan tatanan baru yang disebut new normal.

Menurutnya, tatanan baru ini perlu ada sebab hingga kini belum ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pengobatan virus corona. Para ahli masih bekerja keras untuk mengembangkan dan menemukan vaksin agar bisa segera digunakan untuk pengendalian pandemi COVID-19.

Menurut Yuri, tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat inilah yang kemudian disebut sebagai new normal.

Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Pihaknya berharap kebiasaan baru ini harus menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan dengan baik.

“Siapa pun yang mengelola tempat umum, tempat kerja, sekolah dan tempat ibadah harus melakukan memperhatikan aspek ini, bahkan kita berharap harus menjadi kontrol terhadap kedisiplinan masyarakat,” ujarnya.

Protokol ini bukan hanya di bidang ekonomi, tetapi juga pendidikan dan keagamaan, tentu bergantung pada aspek epidemologi dari masing-masing daerah, sehingga penambahan kasus positif bisa ditekan.

Hasilnya kasus positif bertambah 687 kasus total 24.538, kasus sembuh bertambah sebanyak 183 total 6.240 dan kasus meninggal bertambah 23 kasus total 1.496 dengan wilayah terdampak di 412 Kabupaten/Kota.

Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 48.749 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 13.250 orang. ( Sumber tirto.id).

Kesimpulan New Normal

Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru , Wajib memakai Masker, Physical Distancing , Aturan Pemerintah, Perusahaan, Sekolahan Akan Baru seiring Perkembangan Pandemic Covid-19 ini. semoga menambah Wawasan anda Tentang New Normal

0

No Comments Yet.

What do you think?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *